Tentang Ibu: Bahasa Tubuh dan Perempuan

Demi menghiasi hari nan tenang dan bahagia, izinkan ku bertutur secara verbal tentang apa yang ku renungkan selama ini. Rentang kisah yang sekiranya patut kita ketahui bersama dan bagaimana melihat lebih dalam tentang ibu, ibu, dan ibu. 

Sekilas tentang ibu. Aku rasa, melihat ibu adalah bagaimana kita menggambarkan seorang manusia dengan cara dan ucap yang ia lakukan, mewakili bagaimana tubuhnya dan jenis kelaminnya melakukan, juga berucap. Melihat ibu sejatinya adalah tentang sebuah bahasa yang digerakkan melalui tubuh. Dan juga sebagai manusia berjenis kelamin perempuan. Aku merasa, menjadi ibu bukan lahiriah, melainkan naluriah. Tubuh bergerak sesuai dengan kehendak otak. Akhirnya, mengatakan menjadi perempuan adalah adaptif. Tentu dengan konsekuensi dan aturan tubuhnya.

Ibu marah, senang, sedih, tertawa, mendengar, melihat, bergerak, berjalan, adalah bentuk bahasa tubuhnya. Dia melihat apapun yang akhirnya menjadi caranya ia bergerak. Aku yakin, semua ibu di dunia ini merasakan bagaimana menjadi selayaknya 'ibu'. Tidak menutup kemungkinan seorang bapak akan berlagak seperti itu, begitupun sebaliknya.

Tapi, satu hal pasti yang tidak bisa kita rasakan adalah; bagaimana dari tubuh itu ia menyebarkan aura kebaikan kepada sekitar. Ia membawa kejernihan di setiap tetesnya, membawa keberkahan pada tanah yang ia pijaki, dan tumbuh mandiri dengan bahasa dan sebagai perempuan kuat. 

Naluri ibu dan sebagai perempuan tidak lepas dari ibu tersebut memberikan secercah harapan pada sekitarnya. Ia berdoa, menangis, sujud, dan berteriak lantang tentang ketidakbenaran adalah bentuk bahasa ia berkata. Dan yang terpenting, adalah melihat ibu, ibu, dan ibu.

Selamat Hari Ibu, untuk segalanya, dan kebaikan untuknya.

Comments