"Rencana adalah omong kosong"

Kita pernah berseru bersama, berdistraksi bersama, bahkan menutup malam di tengah makanan hangat. Hal itu juga tidak membuatku untuk kembali pada momen tersebut. Tapi, ada yang salah dengan hal itu? Aku pikir, tidak. Karena tulisan ini tidak akan berhenti padamu, yang ku tekankan adalah, bagaimana tulisan ini sebagai reflektif kita terhadap bayangan semua terhadap luka lama.

Pada dasarnya semua manusia adalah sama, dengan tujuan dan jalan yang sama, menghadap ke tempat atau acuan yang tetap dan dianggap sebuah ikrar yang harus ditetapkan pada individu. Manusia adalah fana, melihat kebenaran tanpa fakta yang ada. Melihat rencana tetapi tidak dengan tindakan.

Aku, kamu, kita adalah sama. Tetapi kita tidak lebih dari sebuah gelas debu di lemari kaca itu. Penuh ibarat dan kesalahan akan fakta yang terlihat. Kita menetapkan sesuatu, tetapi kita lupa tentang itu. Kita berikrar tentang janji, tetapi kita merusak semua itu. Manusia adalah kesalahan, yang selalu bercengkrama dengan janji-janji yang penuh dengan omong kosong.

Akhirnya, ini bukan tentang cinta, lebih dari itu; ini adalah kehidupan kita, yang selalu menetap pada janji, dan rencana, yang sudah pasti akan berakhir indah. Kita akan tertidur di atas tirai coklat dengan panjatan doa, isak tangis dari manusia yang faktanya mereka tertawa karena jauh dari kita. Manusia, menimbulkan paradoks, apakah mereka makhluk, atau mesin ciptaan? Mari bungkam ucapanku ini.

Comments