Tertanggal 20 Oktober hari ini, ku duduk di warung dengan segelas kopi dan asap yang mengepul dalam mulutku, memikirkan tentang kejadian kemarin yang sepertinya, biasa saja.
Hari demi hari, aku bersama kejadianku, menyusuri tempat tersepi untuk disinggah, mencari keberadaan kemana tempat terang untuk ku berbincang, dan sepertinya, tidak ada.
Hari demi hari, aku bercengkrama dengan kakakku, adikku, dan ibuku hanya untuk mencari hiburan di dalam rumah. Dan sepertinya, biasa saja.
Akhirnya, tempat yang ku cari memang seperti ini, tentang hal yang biasa saja kadang menjadi tempat untukku sekedar tertawa, dengan suguhan kopi hangat beserta sedikit bantuan yang dapat membuatku semakin terasa sakit di bagian dadaku.
Hari demi hari, kebiasaanku ini menjadi biasa saja, di sekolah bersama murid, di rumah bersama keluarga, dan di warung bersama teman. Sana sini yang sudah kulakukan semenjak aku lulus.
Biasa saja bukan tentang berkeluh kesah. Hari demi hari, kebiasaanku ini tidak memikirkan bagaimana keadaan hari esok, dan seterusnya. Karena aku tidak percaya apa itu masa depan.
Akan ku terima apapun yang terjadi. Tentang biasa ini.
Comments
Post a Comment