Tentang Malam Tak Berbintang

Malam ini mengisahkan satu manusia yang sedang menjajal hari-harinya dengan sepi. Kesepian menyapu kebhagiaannya yang sedang naik turun. Manusia ini perlahan mencoba untuk membangun kembali hatinya yang rapuh, karena kisah cintanya yang tak berangsur membaik.

Matanya sepi, dikelilingi warna hitam yang terlihat menahan kantuknya di tengah malam. Membayangkan pujaan hatinya bersama dengan yang lain.

Ia menyobek kertas, mencari pena, dan menuliskan keluh kesahnya pada malam itu. Sembari air matanya turun, ia mengisahkan seluruh alur cerita dari senyum yang ia pandang membuatnya terpana.

Bukannya tidak kuat, bukannya tidak biaa menahan momen itu. Malam itu terlalu sedih tuturnya. Karena ada hal-hal yang tidak bisa ia ungkapkan lewat kertas tersebut.

Malam itu isak tangisnya semakin kuat, ia menahan dan mencoba untuk melawan segala ketidakmungkinan yang akan terjadi. Melupakan pun susah, sehingga ia hanya terenyuh di atas kasur lipatnya. 

Langit ikut bersedih malam itu, hujan tiba-tiba turun di tengah jam 2 malam. Ia ingat besok masih bnyak kegiatan yang ia tuju.

Masih banyak sepertinya hal yang harus ia kerjakan, daripada terjatuh dalam kesedihan. Seakan manusia didunia ini tidak selamanya memendam kesedihan karena cinta.

Biar ia bersama dengan orang yang sekiranya lebih baik. Setidaknya, usaha yang ia kerahkan sampai detik ini ada nilai yang ia bisa bagikan ke orang lain. 

Comments