Dari sekian banyak orang yang ku kenal. Mungkin hanya sepertiga dari mereka yang benar-benar ku kenal. Mereka tetap ramah, meski tidak seperti rumah yang isinya saling melengkapi.
Dunia ini tidak sepenuhnya tentang manusia yang berhati jahat, ataupun baik. Semua ini tentang kejadian yang aku alami akhir-akhir ini, tentang satu manusia yang benar-benar baik, tapi jahat jiwanya.
Dia selangkah lebih maju dariku, hidupnya seperti tertata, walaupun tidak tampak prosesnya. Dia ini seperti terhebat dari orang yang pernah aku nilai hebat. "Dia" adalah "Dia", yang menampakkan dirinya dengan kata bahagia.
Dia bertatap denganku, tertawa denganku, tapi enggan bahagia denganku. Wajahnya seperti pagi, penyemangat untuk manusia yang sedang berkendara.
Sejauh apapun matamu memandang dunia ini, ketahuilah, kamu tetaplah terhebat meski setengah dari diriku ini memandangmu sebagai jiwa yang jahat.
Dia adalah manusia yang baik dan berjiwa jahat.
"Dia" adalah "Dia"
Comments
Post a Comment