Dirinya terasingkan, duduk di tengah bangku panjang 5 meter. Bersikutan, dan saling menyalahi. Tahun itu seperti pupuk yang sudah siap tumbuh, hari-harinya dijalani perlahan.
Dan ketika sudah tumbuh, barulah, semua kata akan terungkap. Kata demi kata mulai dipelajari, nama satu ke yang lainnya mulai di hafal. Ketika itu pula, akan ada satu nama akan selalu tersimpan di benaknya.
Sebuah nama yang kelak bisa mengubah sebuah harapan menjadi kenyataan. Satu harapan yang terus aku ingin tumbuhkan dan ku sirami dengan air bersih, nama itu akan menjadi penyejuk untuk seseorang yang gemar berharap kebaikan selalu mewarnai kehidupannya.
Aku mencintaimu, tidak ada langkah pertama untuk seseorang yang mengagumimu, selain akan tetap terus mengagumimu.
Akupun tidak berharap kau membalas ini semua. Terima saja cukup pesan ini, kenang namaku dalam langkah yang pernah kita lalui bersama.
Satu tempat yang tidak akan pernah kita lupakan, yaitu pulanglah ke rumah. Cari langkah pertamamu untuk kembali ke langkah kita bersama.
Comments
Post a Comment