Berbulan-bulan lamanya tidak terasa ada sesuatu yang merubah kebiasaanku ini. Aku yang saat ini masih terdampar di waktu yang sempit ini, dikejar oleh pekerjaan yang semakin menyulitkanku untuk bernafas lega.
Aku tidak pernah memandang langit akan seperti apa waktu itu. Tatapanku selalu di depan, menunggu efek jera suatu saat menyergapku diam-diam. Menunggu lama tiba di suatu hari, langit menurunkan irama rindu yang sedang ditunggu orang-orang.
Tiba di hari ini aku harus berterima kasih kepada Tuhan. Berdoa di tengah langit yang sedang bergembira, karena membawa rezeki untuk penghuni bumi. Berharap semua diturunkan rezekinya masing-masing.
Aku turut sedih juga, karena hidup harus terbawa dengan mengeluh. Terasingkan di tanah luas, berharap menemukan kawan untuk menangis.
Tapi, hidup harus tetap berjalan. Tuhan akan selalu bercerita dengan hambanya yang selalu menatap ke atas. Melihat dinding yang terhias karena harapan-harapanmu, membuatmu akan selalu tahu bahwa semuanya terjadi atas dasar perbuatanmu. Maka jalanilah, selagi hujan masih menyapa soremu yang tenang itu.
Comments
Post a Comment