Hingga pagi ini masih terasa buatku kalau mencari uang itu susah. Ditambah pula ada kawan kecilku yang masih saja membuang waktu mereka untuk mencari daftar hadir, hanya untuk sekedar menyapa kawan besarnya lewat virtual. Pagi ini juga jadi peran penting para kawan besar itu untuk berkata bijak dan berharap kalau kawan kecilnya bisa menjadi lebih baik darinya.
Mengertipun ternyata bukan jawaban dari setiap pertemuan sikawan kecil dan besar. Mengubah stigma tentang belajar itu menyanangkan, menurutku untuk anak sekarang mereka akan semakin bodoh kalau dicekokin ilmu dan ilmu.
Menurutku mengasyikkan juga mengajak kawan kecilku untuk saling menyapa lewat virtual, tidak ada salahnya juga kalau pertemuan kami hanya untuk melihat wajah mereka, karena 4 bulan sebelumnya, kita berpisah. Tidak apa-apa, selagi ada ilmunya juga, ada hikmah dari setiap jam pertemuan, serta sapaanku padanya.
Online, dengan serba-serbi keresahan masyarakat. Yang pada akhirnya mereka menikmati kehadiran teman-temannya lewat online. Dengan online, semoga silaturahmi kita tetap ada, mungkin akan lebih seru kalau wajah kita dengan sekeliling wajah lainnya, di tempat yang sama. Istilah 'setiap pertemuan ada khibroh'. Perlahan, kawan. Kelak aku akan bertemu dengan kawan kecil ku lagi.
Terima kasih.
Comments
Post a Comment