Soul.

Makin kesini kita makin tahu seberapa dalamnya fikiran kita terhadap sesuatu. Biasanya manusia akan mengenal diri mereka sendiri dengan adanya fikiran yang selalu menjerumuskan mereka terhadap sesuatu. Aku selalu terpendam pada memori lama, sesuatu yang kadang aku banggakan, atau sesuatu yang selalu membuatku bersedih. Karena rasa itu berpisah tidak tepat pada waktunya.

Ketidak tepatan itu yang kadang membuat orang masih merasa kalau mereka itu tidak memiliki kesempatan kedua, yang ketika itu ada, ia akan berusahan semaksimal mungkin untuk memperbaikinya. Manusia sering kali merasa terbodohi oleh waktu, yang waktu itu pula kadang mempermaikan perasaan seseorang yang selalu berubah drastis.

Kita selamanya tidak bisa bergantung pada akal sehat ini. Setiap hari manusia secara tidak disengaja akan melakukan hal yg tidak ia fikirkan sebelumnya. Yaitu dengan alam bawah sadar. Manusia bisa terobsesi dengan sikap melawan, rasa egois sudah melekat kuat di jiwa mereka, dan bisa berlawanan kalau rasa itu tidak diimbangin dengan sikap "pasrah". 

Terdengar aneh, tapi semakin kita memahami kata pasrah itu, kita bisa mengenal siapa yg akan mengatur itu semua. Itulah tuhan kita. Kita tidak bisa merencanakan, mendaur ulang kejadian, serta memikirkan apa yg terjadi satu menit kemudian. Kita dengan pasrah pun tuhan akan menjawab itu. Kita yg berjalan, biar tuhan yg merencanakan.

Pasrahkan jiwamu pada yg benar, mengenal hakikat puasa sebenarnya itu seperti hidup di atas perairan, kamu akan menemukan mutiara dari dalam laut, itulah hakikatnya. Kepasrahan bisa saja menjadi rencana "hoki" yg tidak difikirkan sebelumnya. Maka dari itu, jiwa yg satu tidak akan bisa disatukan dengan jiwa yg tidak terarah. 

Comments