Akhir-akhir ini, banyak acuan yang membuat gua untuk menulis lagi. Dari kisah si doi yang sedang trauma tentang pengalaman yang baru saja terjadi beberapa hari yang lalu, dari kisah teman-teman saya yang mengejar ujian CPNS, ada juga yang hobi mengurus kegiatannya menjadi seorang agency di salah satu perusahaan startup,
Ya begitulah, segelintir manusia dengan kisah hidupnya. Memang, kisah kita berbeda, tapi gua merasakan sangat ada pengorbanan dibalik itu semua. Kita biasanya pasti melakukan suatu usaha yang sekiranya sudah sepatutnya dinilai oleh sekitar, dan tak terlihat pun tak apa, asal orang-orang bisa merasakan apa yang kita hasilkan untuk sekitar.
Kisah gua memang biasa saja, lurus, anteng, dan tak bejibun masalah. Karena gua tipikal orang yang suka menghindari masalah, ketika di suatu kegiatan gua akan menimbulkan masalah maka sebaiknya gua mencoba merubah ritme kegiatan tersebut agar tak ada masalah yang akan terjadi. Begitulah gua, segenap lika-liku persepsi yang dimiliki gua, memang tak membuat orang banyak merasakannya, tetapi berdampak pada diri gua yang akan selalu mencoba berani berdiri pada pendirian gua.
Nature Throne seseorang itu lahir pada ketika suatu masalah yang terjadi pada seseorang, dan orang tersebut merasakan kepanikan dalam dirinya, itu istilah baru dair gua, bagaimana cara menyikapi suatu masalah tanpa menjadikan masalah tersebut akan berjalan terus mengelilingi fikiran kita. Manusia pasti akan selalu dihadapi masalah, apapun itu. Jadi, itu semua tergantung pada orang-orang tersebut, bagaimana ketika mereka panik ketika dihadapi dalam sebuah masalah, ketika tegar dalam masalah, dan ketika santai kalau masalah itu akan sirna pada akhirnya.
Dan pada akhirnya, kita memang harus siap menghadapi suatu ujian, entah besar atau kecil, tapi disitulah Nature Throne kita akan terlihat. Dan disitulah darimana pola pikir kita juga akan terasa. Sekarang bagaimana kita sendiri sebagai manusia yang diciptakan dari tuhan.
Comments
Post a Comment