Empty Emphaty

Apa yang akan terjadi jikalau rasa empatimu hilang? Akankah pertemanan ini bisa jadi tetap pertemanan? Apakah kekal menjadi sahabat? Cerita ini mengajarkan untuk cara kita menyikapi ketika kita merasa kehilangan rasa empati terhadap orang yang kita sayangi dan rebuild apa yang salah pada diri kita, khusunya tentang apa itu rasa empati. 


Fenomena-fenomena ini sebenarnya memang sudah terjadi, dimulai dari zaman saya masih kecil, saya pun bahkan melakukan hal tersebut. Rasa empati, rasa yang sebenarnya kalian pun tidak merasakan tetapi kalau kalian rasakan dan orang lain merasa terpanggil itu memang beda.
Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain. Rasa empati memang membutuhkan yang namanya mengerti setiap apapun yang terjadi di sekitar kita, dan menuntun kita agar bagaimana menyikapi masalah dari lawan yang menuntun kita pada masalah tersebut.

Akhir-akhir ini, banyak orang kurang respect terhadap lingkungannya. Tetangga pun jadi musuh, hanya karena masalah lahan, ataupun belum membayar uang iuran rt, membuat renovasi lapangan mereka menjadi terhambat. 

Ingat film Sexy Killer? difilm ini mnceritakan tentang dunia pertambangan yang dimana menjadikan para orang-orang atas dengan enaknya membangun pertambangan dan menghancuran kehidupan orang sekitarnya. Ada satu scene yang dimana saya ingat sekali perkataannya. "yaa namanya musibah pasti ada orang mati, jadi kita hanya mengucapkan bela sungkawa." yang intinya seperti itu. Itu adalah empty emphaty, pemimpin dengan nikmatnya berkata dengan enaknya tentang para korban yang berjatuhan di cerita Sexy Killer itu. Dimana rasa empatimu? Kenapasih manusia bisa se-egois itu yang bahkan seorang pemimpin pun dengan lantang ia menjawab pertanyaan media dengan perkataan seperti itu? 

Dari masalah di atas, banyak yang saya harus tuliskan disini mengingat akan banyak masalah unmoralis yang terjadi di dunia ini, dunia sudah terbalik, seakan murid lebih pintar dari gurunya. Seakan bawahan lebih rajin dan sukses dari bosnya. Apa iya dunia sudah sekejam ini? Bagaimana dengan istilah 'memanusiakan manusia?' Dimana moralitas dari sekian ribu kali tulisan janji siswa yang setiap senin kalian baca? 

Intinya kita pintar tidaklah cukup, maka jadilah orang cerdas. Orang cerdas otomatis punya rasa empati. Jangan menganggap rasa empati ini enteng, rasa empati alamiah yang di setiap manusia pasti punya rasa empati, rasa empati itu tidak diajarkan tapi bagaimana kita harus mengerti keadaan dengan sendirinya. Contoh saja jikalau ada dua bayi yang satu bayi itu menangis, pasti sibayiyang satunya akan menangis, karena dari sejak lahirpun kita sudah merasakan rasa empati. Jadi, mengertilah keadaan, mengertilah setiap langkah dan akibat dari orang-orang yang alami, sehingga memunculkan rasa empati, dan akhirnya gerakan otak pun akan selalu kalah dengan gerakan hati.

Comments