Pictures of last night, ended up
online I'm screwed. Oh well. It's a blacked out blur, but I'm pretty sure it
ruled. Damn!
Kalimat di atas merupakan
sepenggal lirik dari salah satu penyanyi favorit anak-anak kala SMA, pelantun
lagu T.G.I.F ini mengingatkan saya pada kejadian yang terjadi di hari Jumat. Ya
Jumat, kala itu saya masih duduk di bangku perkuliahan, zaman dimana Ospek
kampus saya menjadi sekian dari ratusan pengalaman yang saya alami langsung
semenjak duduk di bangku kuliah. Memang, dari judul terlihat ini menceritakan
tentang cinta, tapi saya gak akan menceritakan itu semua. Kebetulan juga ada
hubungan dengan cerita pertemanan yang kamu sendiri sebenarnya tidak semuanya
mengalami rasa pertemanan itu seperti apa.
Ceritanya berawal dari saya
menjalin suatu hubungan dengan senior saya. Kala itu kami hanya bertemu kala
ospek jurusan, kebetulan senior ini menjadi MC di Ospek jurusan saya. Hal
yang membuat saya senang ketika bertemu adalah, sikapnya sama seperti kala ia
nge-MC acara Ospek, ceria, happy, ramah, meskipun rada complicated.
Singkat cerita jadi kami memang
menjadi akrab karena ada satu hal, yaitu ketika saya menjawab pertanyaan kala
ia memberikan soal kepada kami para maba.
We have a good conversation, that
make us be more closer than before. Perjalanannya cerita ini pun tak lama,
sekitar 2 minggu tapi saya mengalami ranah pertemenan ini lebih dari 2 minggu.
Menurut saya, pertemanan itu
ketika ada rasa saling ingin memahami itulah yg dinamakan pertemanan. Sekedar
bertemu rekan kerja di jalan pun dan kalian say hay juga itu termasuk ke dalam
rasa ingin memahami, karena kalian 'ingin diperhatikan, dan ingin di kenal
namamu di depan banyak orang'. Itu yang menurut saya arti kata pertemanan yg
benar.
Sehingga, ketika kami menjalin
suatu pertemanan saya ingin merasakan lebih dalam lagi. Yaitu merasakan jatuh
cinta dengannya. Ya, saya tahu ini terdengar weird tapi memang ini
kenyataannya. Dalam 2 minggu, saya ingin dicintai dan mencintainya. Tetapi itu
semua salah. Kenyataannya, menjalin cinta tidak semudah kamu mencium bau kopi
espresso hitam di dalam cangkirnya. Menjalin cinta tidak semudah kamu
melihatnya di jalanan dan mengatakan kepadanya 'aku cinta padamu'. Jatuh cinta
itu tidaklah mudah, hidup ini hanya rekayasa yang kalau orangpun cerita tentang
kehidupannya kamu tidak harus 100% percaya padanya. Butuh yang namanya proses
sehingga kamu bisa percayai tentang cerita hidupnya.
Ya, mungkin butuh waktu untuk
menghidupkan kembali kecintaanku padamu, tapi itu sudah terlambat. Kau
dengannya, ku dengan yang lain. Sehingga saya tak bisa lagi merasakan
pertemanan yang seperti dulu lagi, kala pertemuan ospek jurusan itu. Ingatanku
hanya pada itu, kebahagiaanmu sangat terlihat kala itu. Saya hanya bisa
mengingat cerita itu hanya blog pada kutulis ini. Terima kasih, untuk semuanya.
Setidaknya aku pernah merasakan sebuah pertemanan yang mendalam itu seperti
apa.
Comments
Post a Comment