Pulang...
Seribu kata menjadi bait cerita sore ini hingga ujung senja
Menyadarkan kita bahwa kita lemah akan waktu
Aku tak ingin pulang
Karena akhirnya tak akan meninggalkan luka dan duka
Aku tak ingin kilas balik berjalan menuju hunianku
Karena pada akhirnya itu hanyalah...
Rentetan waktu pada memori yang menjadi kenangan
Kenalilah dengan waktumu
Karena sejatinya, jalan pulang hanya akan membawamu pada rindu yang salah.
Hujan...
Hujan terkadang membawa
Alam bawah sadarku meringis sakit
Aku selalu berdoa
Kala jutaan rintik air hujan yang turun dari langit menjadi dosaku yang tiada habisnya menghujam selama hidupku
Ampunilah
Segala kefanaan dan pada kenikmatan yang diberikan hujan
Semua ini menjadi ilusiku betapa nikmatnya berdosa
Hilangkan segala perasaan yang menghantuiku dikala hujan turun menuju atap rumahku.
Oh nikmatnya... Kataku...
dengan segala tutur perkataanku
Aku senang... Aku bahagia...
Kala semua kenikmatan itu menjadi satu
Seperti jutaan butir hujan yang membasahi wajah dan kenanganku
Negeri...
Di negeri ini
Para pendiri bangsa melupakan suatu lelucon bagi mereka
Di negeri ini
Cerita fiksi akan lebih terjamah daripada cerita dongeng
Di negeri ini
Seorang petarung sejati tak pernah berkhianat
Mereka menjelma di terik matahari menjadi 2 jiwa yang orang pun tak mengerti tentangnya
Para bedebah yang merasa senang dengan kehidupannya
Kadang bisa menjadi masalah di kehidupannya sendiri
Jadilah kamu seorang penelusur
Sehingga kamu sendiri pun tau betapa beratnya hidup di jantung negara ini
Comments
Post a Comment