Hari berganti, bukan berarti niat berganti.

Awal tahun, sudah jelas ketika nama haripun berubah. Setiap harapan, doa, dan niat, berharap setiap manusia yang mengangkat tangannya ke langit bisa berubah nasibnya. 

Awal tahun, sudah jelas ketika setiap dari kita berharap kebaikan di hari yang baru. Pun mereka sebenarnya lupa kalau tahun baru bukan berarti niat mereka sama seperti yang mereka alami di tahun sebelumnya.

Awal tahun, sudah jelas ketika manusia membeberkan niat mereka pada dunia dengan cara apapun agar tujuannya berhasil tercapai.

Awal tahun, bukan hanya tentang hari yang selalu berganti. Tapi juga keyakinan akan selalu memberika hal positif kepada sesama akan selalu menjadi tujuan hakiki setiap manusia di dunia ini.

Tuhan dengan segala firman-Nya, diturunkan melalui lantunan ayat, meyakinkan manusia bahwa setiap-setiap dari kita akan selalu memiliki banyak perbedaan. Terutama dalam hal nasib. Tapi kita percaya, setiap hal kebaikan yang kita berikan, kita percaya bahwa semua dari kita berharap memiliki tujuan, dan niat yang sama. Berusaha untuk selalu menebar kebaikan, walau hanya sebuah kata-kata omong kosong.

Hari berganti, bukan berarti niat berganti. 

Ini semua tentang kepercayaan kepada sesama, manusia saling memahami. Menaruh perasaan, dendam akan menghidupkan citra diri pada yang lain adalah niat terpendam manusia. Tanpa disadari, kita semua ibarat ranting, yang tak akan jauh dari pohonnya. Kita semua berharap hal baik, dari seseorang yang menebar kebaikan kepada yang lainnya. 

Comments